Beranda Pulau Papua Papua Pulau Ahe, Pulau di Papua Yang Cantik Buat Liburan

Pulau Ahe, Pulau di Papua Yang Cantik Buat Liburan

0
28

Selain pulau harlem yang sangat menawan, atau Raja Ampat yang populer di mata dunia, pulau Ahe jadi alternative wisata pulau di Papua. Pulau Ahe ini sekaligus bikin kamu semakin melek, bahwa nggak ada yang bisa menandingi kesempurnaan Tuhan dalam menciptakan semesta.

Pulau ini berada di Perairan Nabire, Papua. Banyak wisatawan asing yang sering berkunjung ke pulau ini dan jatuh cinta dari pertama memandangnya. Pulau ini emang kecil, tapi jangan tanya bagaimana kesejukan, kecantikan alam, dan ketenangan yang ditawarkan. Sumpah, jadi pengen punya rumah disana!

Pulau di Papua yang cantik

Alasan Kenapa Harus Berkunjung Ke Pulau Di Papua Yang Cantik Ini

Berikut beberapa alasan kenapa kamu harus berkunjung ke Pulau Ahe yang jadi andalan wisatawan asing:

1. Pulau di Papua Dengan Pemandangan Spektakuler!

Pemandangan spektakuler sudah bisa kamu rasakan begitu menginjakkan kaki di pulau Ahe. Kecantikan alam, dengan langitnya yang biru, serabut awan, bukit hijau dan air yang jernih. Suasananya juga sangat tenang, jadi bikin kamu pengen berlama-lama disana. Pasti, tinggal di sana untuk liburan bikin kamu merasa waktu berputar terlalu cepat, dan tiba-tiba saja kamu harus pulang karena jatah liburan sudah selesai.

  Gua Binsari, Gua Nenek, Tempat Wisata Papua Yang Terkenal Bikin Ngeri

Suasana yang masih alami ini memang menjadi salah satu bukti adanya peran masyarakat sekitar Nabire. Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Nabire, mereka bersama-sama memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terawat, sama seperti cantiknya pemandangan yang ada di Kepulauan Padaido, Papua.

2. Punya Keunikan Tersendiri

Pulau Ahe ini terletak di Distrik Moora, yaitu di Nabire. Nabire ini adalah kabupaten yang bakalan kamu lewatin kalau kamu hendak berkunjung ke Gua Nenek atau Gua Binsari yang juga terkenal karena sejarahnya. Nah, di Pulau Ahe ini, kamu bisa menemukan bangkai pesawat yang sudah tua. Bangkai pesawat tersebut adalah salah satu bukti sejarah bahwa dulu, terdapat perseteruan sengit saat Perang Dunia ke-2. Beberapa kepingan dari bangkai tersebut sudah dipindahkan ke daratan.

Nggak cuman perairan yang luas, terumbu karang juga biota lainnya bikin kamu betah untuk menikmati wisata alam disini. Sama seperti serunya ketika kamu memilih snorkeling di Pulau Nusi, Papua.

  Pulau Nusi, Wisata Papua Buat Ngilangin Stress dan Snorkeling

3. Pulau di Papua Yang Jadi Favorit Turis

Pulau ini memang menjadi salah satu favorit turis yang berkunjung atau eksplor Indonesia. Biasanya, tempat ini selalu ramai oleh turis asal Eropa. Apalagi ketika sedang ingin berkunjung saat musim panas. Untuk berkunjung ke pulau tersebut, seluruh wisatawan harus menaiki speedboat. Alternative lainnya adalah menggunakan longboat. Waktu yang harus ditempuh adalah 20 menit jika dari distrik Moora. Atau, perjalanan jadi lebih lama lagi jika dari Kota Nabire, yaitu sekitar 1,5 sampai 2 jam.

4. Ada Banyak Jenis Ikan di Pulau Ahe

Pulau yang dulunya dikelola oleh Mr. Arne Pijnakker atau Mr. Arne ini akhirnya dikembangkan oleh warga setempat. Hal ini terjadi karena adanya konflik disana. Setelah itu, pemerintah di Kabupaten Nabire pun mengembalikan hak pengelolaan tersebut pada warga.

Ketika dikelola oleh Mr. Arne, seluruh wisatawan yang datang bisa menikmati satwa Kusu Tanah, Mambruk, dan Kuskus. Memang, hewan-hewan tersebut sengaja dibiakkan supaya dapat mengisi pulau. Menariknya lagi, para wisatawan juga bisa menikmati aneka jenis ikan yang ada di Pantai Ahe. Jadi, kalua wisata di Desa Kwatisore bikin kamu bisa berenang bareng Hiu Paus, kamu bisa menikmati serunya memberi makan ikan-ikan jinak di pantai Ahe.

  Destinasi Wisata Papua, Danau Telaga Biru Tosca Yang Eksotis

Pulau ahe, pulau di papua yang terkenal

5. Pulau di Papua Ini Cantik, Tapi Butuh Perhatian Lebih Dari Pemerintah

Sayangnya, setelah tidak dikelola lagi oleh Mr. Arne, Pulau Ahe jadi sedikit kurang terawat. Kamu mungkin bisa menemukan beberapa bekas homestay. Lebih buruknya lagi, kini kamu mungkin akan sangat jarang melihat Kusu Tanah dan juga Kuskus. Hal ini dikarenakan banyaknya pemburuan yang dilakukan. Begitu pula dengan eksistensi ikan di pulau tersebut menjadi menurun.

Kamu mungkin juga akan melihat beberapa hal yang sangat disayangkan seperti rumput yang rumbun dan pengelolaan sampah yang masih kurang optimal. Untuk itu, diharapkan ada kerjasama pemerintah juga warga setempat untuk sadar betapa pentingnya menjaga keasrian tempat ini. Apalagi, jika tempat wisata Pulau Ahe ini sudah jadi ratu di hati wisatawan asing. Tentu, sangat merugikan kalau kurang diperhatikan.

By; Zee

TIDAK ADA KOMENTAR

error: Content is protected !!